MENYEDIAKAN INOKULAN GAHARU Rp.300.000 PER KG CONTACT +6285245675622

Sabtu, 24 Desember 2011

ARTI DAN MANFAAT RESIN DARI BERBAGAI MACAM TUMBUHAN

RESIN

Resin atau damar adalah suatu campuran yang kompleks dari sekret tumbuh-tumbuhan dan insekta, biasanya berbentuk padat dan amorf dan merupakan hasil terakhir dari metabolisme dan di bentuk diruang-ruang skizogen dan skizolisigen. Banyak penyelidik percaya bahwa resin adalah hasil oksidasi dari terpen-terpen.

Secara fisis resin (damar) ini biasanya keras, transparan plastis dan pada pemanasan menjadi llunak atau meleleh. Secara kimiawi resin adalah campuran yang kompleks dari asam-asam resinat, alkoholiresinat, resinotannol, ester-ester dan resene-resene. Bebas dari zat lemas dan mengandung sedikir oksigen. Karena mengandung zat karbon dalam kadar tinggi, maka kalau dibakar menghasilkan hangus. Juga ada yang menganggap bahwa resin terdiri dari zat-zat terpenoid, yang dengan jalan adisi dengan air menjadi damar dan fitosterin. Sifat larut dalam air, sebagian larut dalam alkohol, larut dalam eter, aseton, petroleum eter, kloroform, minyak terpenting dan lain-lain minyak. Apabila resin-resin di pisahkan dan di murnikan, biasanya dibentuk zat padat bis terbakar. Resin ini juga tidak larut dalam air,tetapi larut dalam alkohol dan lain-lain pelarut organik yang membentuk larutan yang apabila di uapkan meninggalkan sisa yang berupa lapisan tipis seperti vernis.

Mengenai isi dari resin pada umumnya dalah sebai berikut :

1. Asam-asam resinat, terdiri dari asam-asam oksi yang banyak jenisnya, biasanya mempunyai sifat gabungan dari asam-asam karboksilat dan fenol-fenol. Asam-asam ini terdapat baik dalam keadaan bebas maupun terikat sebagai ester-ester. Pada umumnya asam-asam ini larut di dalam larutan alkai membentuk larutan seperti sabun ataupun suspensi koloidal. Garam-garam logamnya di kenal sebagai resinat, beberapa di antaranya banyak di gunakan untuk membuat sabun yang murah dan vernis. Sebagai contoh biasanya asam abietat di dalam colophonium, asam kopaivat dan oksikopoivant di dalam Balsamum Copaive asam guiakonat didalam Guajac, asam pimarat(pimarinat) di dalam Burgundy Pitch (Picea excelsa) dan asam komnifora di dalam myrrha.

2. Alkohol-alkohol resinat, terdiri dari alkohol-alkohol kompleks yang mempunyai berat nolekul yang tinggi yang di sebut resinotannol sebagai hasil polimerisasi dari alkohol damar resinol, yang dengan garam-garam ferri memberikan reaksi seperti tannin. Alkohol-alkohol resinat terdapat dalam keadaan bebas maupun terikat sebagai ester dengan asan-asam aromatis, asam benzoat, asam salisilat, asam sinnamat, asam umbellate. Beberapa resinol misalnya :

· Benzorsinol dari benzoin

· Steresinol dari styrax

· Guaiaresinol dari gurjun balsem (depterocarpus)

· Guaiaresinol dari guaiac resin

3. Resene-resene. Resene adalah zat-zat yang kompleks yang tidak mempunyai sifat-sifat kimiawi yang khas. Resene ini tidak membentuk garam atau ester, tidak larut di dalam larutan alkali dan tidak terhidrolisa dengan alkali. Sebagai contoh adalah alban dan fluavil dari gutta percha, kopalresene dari copal, dammarresene dari dammar, drakoresene dari sanguis draconis, olibanoresene dari olibanum.

Beberapa jenis resin digunakan dalam lapangan farmasi seperti coloponium, mastik podophyllum dan sebagainnya, yang di sebut sebagai resin farmaseutis. Resin-resin farmeseutis dapat di peroleh dengan beberapa cara yairu ;

a. Dengan ekstraksi simplisia dengan alkohol, diendapkan dengan air. Dengan cara resin-resin dari Jalapae ipomoea dan Podophyllum

b. Dengan cara memisahkan minyak mnguapnya dengan penyulingan misalnya Colophonium dari terpenting, resin copaive dari Balsamum copaive

c. Dengan memanasi bagian tanaman yang mengandung resin copaive dari Balsamum copaive

d. Dengan mengumpulkan hasil eksudat dari tanaman, seperti oleoresin, yang kemudian diuapkan, dengan cara ini diperoleh maktis, sanguis draconis.

e. Dengan mengumpulkan resin-resin fosil, seperti kopal, dan kaudammar.

Pembagian resin didasarkan atas isinya diamping zat-zat resin. Atas dasar ini dibedakan :

§ Damar sesungguhnya (resin), adalah zat padat yang amorf atau setengah padat, tidak larut dalam air, tetapi larut di dalam alkohol atau pelarut organik lainnya dan membentuk sabun dengan alkali. Biasanya di samping zat-zat damar terdapat juga minyak menguap, hasil peruraian ester-ester damar,zat warna,zat pahit dan sebagainya.

§ Damar gom (gummi resina), yaitu campuran alami dari gom,minyak dan resin sering di sebut juga damar lendir. Contohnya asafoetida, Myrrha.

§ Oleoresin, yaitu campuran alami yang homogen dari resin di dalam minyak menguap. Contohnya ; terpenting, Kanada balsam, cubeba dan sebagainya.

§ Balsamum adalah campuran dari resin dengan asam sinnamat atau benzoat atau kedua-duanya, atau ester-ester dengan minyak menguap. Contoh : benzoin,perubalsem, dan styrax. Istilah balsam atau balsamum telah di gunakan secara salah tehadap beberapa oleoresin seperti kanada balsem dan balsamum copaive, yang sesungguhnya balsem tetapi oleoresin.

Di dalam beberapa hal di kemukakan resin di dalam ikatan glikosidal, ikatan ini di sebut glukoresin atau glkoresin misalnya yang terdapat di dalam ipomea, jalap dan podohyllum.

Atas dasar yang sama TSRCH membagi damar-damar adalah sebagai berikut ;

1. Damar ester atau ester harze yang terdiri dari :

a. Damar benzoe, misalnya Benzo Siam, Benzo Sumaetera, styrax, balsamum tolutanum peruvianum

b. Damar gom, misalnya asafoetida, gabanum,dan ammoniacum.

Damar ester adalah damar yang isi utamanya adalah :

· Ester dari resinol atau alkohol damar yang tidak berwarna dengan reagens tannin dan bentuknya kristalin

· Ester dari resitanol,berwarna dengan reagens tannin dan bentuknya amorf.

Damar benzoe hanya mengandung ester saja sedang damar gom selain ester juga gom.

2. Damar resin atau resin harze, yang biasanya disebut dengan resin saja atau poli-oksiresin. Sebagian ada yang masih mengandung gom seperti Myrrhadan olibanum. Contoh yang tidak mengandung gom ialah mastics dan damar.

3. Damar asam resin atau resinasaur harze

THIRCH mengutamakan isi asam-asam resinat yang terdapat bebas di dalam damar dan menggolongkan je nis ini di dalam Resinosaur harze. Contoh ; Terebinthina, Colophonium, Oleum terbinthina, Colophonium, Oleum tetebinthinae, Balsamum Canadensis,bandaraca dan Balsamum copaive.

4. Damar-damar berwarna atau farb-harze

Contoh : Gummi gutti

Simplisia yang mengandung resina, dammar resin, rosin, USP,NF, colophony, colophonium,colophony rersin.

Adalah suatu resin padat yang di peroleh dari tanaman Pinus palustris Miller dan spesies lain dari Pinus linne (suku Pinaceae). Sifat-sifat colophonium yang digunakan di dalam lapangan farmasi adalah suatu massa yang tembus cahaya seperti gelas, berwarna kuning pucat atau warna ember,dan biasanya terdapat dalam keadaan terpecah-pecah dan di liputi oleh serbuk keputih-putihan, oleh karena memang massa ini sifatnya getas, mudah pecah dan mudah di serbukan. kegunaan colophonium, dalam bidang lapangan farmasi yaitu untuk pembuatan serata,plester,dan salep-salep. Di kedokteran hewan sebagai diuretikum. Dilapangan teknik di gunakan di dalam pembuatan macam-macam vernis,tinta cetak,sabun dan lain-lain.

Berikut adalah contoh tanaman yang mengandung resin atau damar, yaitu sebagai berikut :

· Imperatae rhizoma (akar alang-alang)

Imperatae rhizome dari tanaman Imperatae cylindrical Beauv suku Gramineae. Panjang rhizome 4 cm atau lebih, beruas,berkeriput memanjang, tebal 2 – 4 minyak menguap, warna kuning jerami, tiap ruas diliputi sisik tipis.

Isi : Asam kersi, dammar, logam alkali.

Kegunaan : sebagai diuretic dalam bentuk dekokta,dosis 4gr– 12 gr

· Caricae radix (akar papaya)

Akar papaya adalah akar cabang Carica papaya L, suku caricaceae. Simplisia merupakan potongan-potongan yang lurus atau bercabang, warna coklat muda atau putih kecoklatan, bagian kulit tebal garis tengah 1–3 cm.

Isi : terutama papaina, terdapat pula Kamoronat mirosin,papayatin,dammar dan tannin.

Kegunaan : sebagai antelmentika dalam bentuk dekokta, dosis 6-12 gram

· Meuremiae tuber (Bidara upas)

Bidara upas terdiri dari irisan0irisan umbi Merremia mimosa hai fillius. Suku convolvulaceae. Umbi berbentuk serupa kerucut warna coklat tua, banyak akar-akar serabut. Panjang 4 – 10 cm.

Isi : Dammar, zat pahit dan pati.

Kegunaan : sebagai ekspektoransia, antiseptic (obat kumur).

· Syzgii semen (biji jambang)

Biji jamblang adalah biji Eugenia cumimi Merr. Suku Myrtaceae.

Isi : Minyak menguap 0,5 %, zat penyamak 6 %, asam galus, asam elag, pati 40 %,minyak lemak,dammar,glukosida yamboiin.

Kegunaan : sebagai obat kencing manis, dalam bentuk infuse 2,5-6 gram.

· Biglobisae semen (biji kedawung)

Biji kedawung adalah biji Perkia biglobosa benthan. Suku Legumonosa. Bau seperti petai, rasa agak pahit. Biji bulat memanjang,pipih, dekat tepi biji terdapat garis rusuk melingkar warna coklat tua kehitaman, pangkal biji berwarna coklat kemerahan.

Isi : Glikosida, dammar.tannin,garam-garam alkali.

Kegunaan : sebagai obat mulas, dan obat diare.

· Tinosforae cortex (Brotawali)

Bratawali adalah kulit batang dan kulit cabang Tinospora tuberculata Beumae. Suku Menispermaceae, simplisia merupakan keeping-keping tipis panjang dengan banyak tonjolan-tonjolan dan beralur memanjang, warna coklat tua kehitaman.

Isi : Dammar warna hijau kekuningan, alkaloid.

Kegunaan : sebagai tonikum dan obat demam.

· Guazumae folium (Daun jatiblanda)

Daun jatiblanda adalah daun Guazuma ulmifolia L. Tomentosa suku sterculianceae. Helai daun berbentuk bulat telur, ijung daun meruncing,pangkal daun berbentuk jantung yang kadang-kadang tidak setangkup,tepi daun bergerigi, permukaan daun kasar warna hijau kecoklatan sampai coklat muda.

Isi : Lendir,zat penyamak,dammar alkaloid.

Kegunaan : Sebagai obat langsing

· Andrographidis Herba (sambiloto)

Herba sambiloto adalah bagian di atas tanah tanaman Andrographis paniculata Nees. Suku Achanthaceae.

Isi : asam kersih, dammar logam alkali.

Kegunaan : sebagai diuretk dan antipiretik.

· Sindorae fructus (separantu)

Separantu adalah buah Sindora sumantrana Miquel. Suku Leguminosee.

Isi : Minyak lemak, pati, zat penyamak, gom,dan dammar.

Kegunaan : sebagai astrigensia.

· Hirtae Herba (Patikan kebo)

Patikan kebo adalah seluruh batang, daun, bunga, buah Euphorbia hirta L. suku Euphorbiaceae.

Isi : Dammar dan alkaloid.

Kegunaan : sebagai obat batuk.

· Euphorbia Herba

Euphorbia herba adalah simpleks yang terdiri dari seluruh bagian tanaman yang di keringkan dari tanaman Euphorbia pilufera L suku Euphorbiaceae.

Isi : Resin-resin, alkaloid (0,1%),glikosida, kaoutcheur,tannin dan gom.

Kegunaan : sebagai antiasmetika.

  • Alapae radix, jalap-jalapa (USP,NF)

Alapae rubera adalah akar-akar dan tubera dengan anak-anak akarnya yang sudah dikeringkan dari tanaman Exogonium purga batang(lpomoea purga Hayne) dari suku canvolvulaceae, suatu herba yang berasal dari meksiko.

Isi : Resin yang kadarnya 8 – 12% yang dapat di sari dengan alcohol mendidih(90%).

Kegunaan : Jalapae adalah suatu katartika hydrogen(digunakan sebagai hidrogoga dan purtiva yang sangat kuat/dratis) karena daya iritasinya sangat kuat maka tidak boleh di berikan pada penderita yang baru sembuh dari neftitis,infeksi-infeksi usus,ambeien selama menstruasi dan hamil. Juga digunakan sebagai emenangoga.

· Ipomoeae radix

Ipomoeae radis adalah akar-akar yang telah di keringkan dari tanaman Ipomoe orizobensis. Suku Convolvulaceae suatu tanaman yang membelit

Isi : ipomoea kalau di sari dengan alcohol 90% menghasilkan 10 – 20% campuran compleks dari zat resin, 65%nya larut dalam eter

Kegunaan : terutama digunakanuntuk diambil resina ipomeaenya yang menyerupai resina jalape

· Guaci lignum

Guaci lignum adalah bagian kayu dan batang Guajucum officinalne L. Suku Zygohyllaceae.

Isi : 15 % resin dan saponin.

Kegunaan : didasarkan atas khasiat resinnya

  • Guaiaci Resina

Resin ini di peroleh dari kayu Guaiac yang berasal dari Guajucum officinale dan Guajanum sanctum..

Cara memperolehnya yaitu :

1. Batang katu dilubangi secara longitudinal dan di panasi dalam posisi miring, sehingga kalau resin mencair dapat mengalr keluar.

2. Potongan-potongan kayu dipanasi dengan air mendidih yang dibubuhi garam atau air laut. Resin yang dapat meleleh pada 85 – 950 C akan mengapung di permukaan dan di kumpulkan

3. Potongan-potongan kayu di ekstraksi dengan alcohol dan ekstraknya diendapkan dengan menambahkannya dalam air, endapan dikumpulkan dan di keringkan.

Isi : mengandung beberapa asam resin yang termasuk golongan lignam seperti Podophyllom Resin.

Kegunaan : larutan alkohoiisnya digunakan untuk regensia seperti untuk mendeteksi noda darah,glikosida-glikosida dan enzim-enzim oksidase..

· Gum mastic

Mastic resin atau lebih tepat suatu oleo-resin yang mengandung sedikit minyak, yang di perloleh dari jenis-jenis yang di pelihara dari tanaman Pistacia lentiscus L, suatu tanaman yang berumur 2 tahun dan selalu berwarna hijau. Suku Anacardiaceae.

Isi : Asam teriterpenoid seperti asam mestikonat dan alcohol-alkohol triterpen seperti tirukalol. Juga claus, mengandung 90 % resin yang terdiri dari alfa resin (asam mastikhat) yang larut dalam alcohol dan beta resin.

· Cassypii radicis cortex

Simplisia terdiri dari kulit akar yang baru dikumpulkan dan kemudian dikeringkan di udara, dari tanaman jenis Cassypium hirsutum L.

Isi : Mengandung 8% asam rasinat yang aneh dan tidak berwarna, larut dalam air dan akan berubah warnanya menjadi kemerah-merahan dan tak larut dalam air, kalau berhubungan dengan udara (asam resinat ini mengandung 2 zat fenolis, suat asam fenolat dan asam salisilat).

Kegunaan : sebagai emenagoga dan eksitoksika.

· Xanthozylum caulis

Simplisia terdiri dari kulit batang yang dikeringkan dari tanaman Xanthoxylum mericanumi Miller atau Xanthoxylum clavaherculis L. Suku Rutaceae.

Isi : dua jenis resin yang satu pahit tajannn, yang lain kristal dan pahit. Minyak menguap, alkoholoidal yang pahit yang menyerupai berberin dan suatu senyawa fenol xanthoxilin.

Kegunaan : diaforetika,anthirheumatika,stimulansia dan sialagoga.

· Cocillanae cortex

Simplisia terdiri dari kulit batang yang dikeringkan dari tanaman guarea rusby(Brittor rusby), suku Miliaceae yang berasal dari Bolivia.

Isi : campuran resin 2,5%, 2,5% minyak lemak, alkaloida rusbiin zat caoutchouc, asam tannat.

Kegunaan : sebagai ekspektoransia yang meyebabkan nausea dan kalau dosis besar sebagai emetiksa.

· Lacca shelacca

Shelacca adalah suatu hasil sekresi yang bersifat resin dari Lakshadia indica Madhihassan(Tachardia lacca kerr).

Isi : 90% resin, lilin zat warna asam lacciat.

Kegunaan : sebagai campuran vernis.

* OLEO-RESIN

Oleoresin adalah campuran alami yang homogen dari resin-resin dan minyak-minyak menguap.

Banyak sekali jenis oleoresin dan sulit membedakan satu sama lain, atau membuat klasifikasi. Oleoresin alam berasal dari Ordo :

1. Coniferales yang meliputi terpenting-terpentin-terpentin.

Terpentin adalah oleoresin yang cair, ada pula yang padat atau setengah padat. Untuk memperoleh biasanya eksudat keluar begitu saja keluar dari luka yang dibuat oleh insekta, tetapi yang banyak sekarang ialah dengan membuat luka buatan menembus kulit bahkan sampai kedalam kayu.

2. Oleo-Resin pini, Crude Turpentine, Gum Turpentine, Turebinthin (USP,NF)

Oleo-Resin pini adalah oleoresin yang sudah mengeras yang di peroleh dari bermacam-macam jenis pinus, (suku Pinaceae).

Kurang lebih 80 – 90 jenis pinus digunakan untuk menghasilkan oleoresin ini yang penting adalah :

v Pinus Palustris Miller (Pinus Australia Minhaux) (Pinus dengan daun yang panjang)

v Pinus Echinata Miller 9Pinus dengan daun yang pendek)

v Pinus Caribae Moleret (Pinus heterophylla sudworth) (Pinus cubensis grisrbach)

v Pinus marjtina lamarack

v Pinus longifolia Roxburgh

v Pinus elliottiii engelm var. elliottii

v Pinus tada L

Oleo resin adalah suatu hasil fisiologis yang normal dari pohon pinus, tetapi produksinya dilipat gandakan dengan membuat luka, oleoresin dihasilkan di dalam saluran-saluran atau reservoir-reservoir yang terletak persis di bawah cambium di dalam lapisan kayu dan keluar secara spontan, tetapi tidak cukup efisien jumlahnya kalau di perhitungkan secara ekonomis. Kalau cambium dilukai, maka dirangsang untuk jaringan-jaringan kayu yang baru yang mengandung banyak reservoir oleoresin.

Untuk melipat gandakan hasil oleo-resin ini di pakai beberapa cara, cara yang tertua adalah dengan membuat lubang di dalam batang (Box methodi), maka oleo resin lempeng besi atau aluminium dan di masukkan kedalam drum-drum. Biasanya pohon disadap sampai mati kurang lebih 4 tahun. Cara ini sangat boros oleh karena dapat memusnahkan pohon pinus di dalam hutan. Biasanya pohon yang sudah di sadap tidak disadap lagi diguakan sebagai kayu setelah di tebang. Sisa pohon biasanya diambil untuk disuling diambil minyaknya. Cara lain yang menggantikan cara tersebut diatas adalah “Cup and gutter metod” dibuat irisan padfa batang dengan huruf V beberapa buah di dibagian bawah irisan ini diikatkan cawan penampung oleoresin yang mengalir kedalam penampung dikumplkan dalam drum-drum. Di dalam waktu 7 – 10 hari alitan olepresin mulai berkurang dan dibuat irisan-irisan yang baru. Dengan cara ini sebatang pohon dapat disadap sampai 40 tahun . cara penyadapan ini masih kurang banyak mengalirkan oleoresin disamping membutuhkan banyak tenaga dan waktu. Permukaan kayu menjadi rusak dan mengurangi nilainya kalau digunakan sebagai kayu.

Cara yang baru adalah dengan cara menyemprotkan dengan larutan 50% H2SO4. jaringan parenkim yang sel-selnya berdinding tipis larut, sehingga saluran-saluran oleoresin bertambah lebar, sehingga menyebabkan aliran bertambah cepat dan mengurangi kemungkinan membekunya oleoresin di dalam saluran yang dapat menyumbat saluran. Asam tidak menstimulir diperbanyak sekresi oleoresin, tetap I mempercepat mengalirnya dan aliran menjadi lama karena tidak ada sumbatan. Kalau dilakukan secara hati-hati, asam tidak merusak atau melukai tanaman pengumpulan oleoresin berlangsung selama 23 minggu. Hasil tahun pertama penyadapan menghasilkan kwalitas tinggi, dikenal sebagai :virgin turpentine:, kalau di suling dengan uap air menghaslkan 15 – 30% minyak menguap. Sedangkan hasil dari tahun kedua atau ketiga hanya 10%..

Isi : Minyak menguap dan resin. Minyak menguapnya 10 – 30% mengandung campuran terpen-terpen,terutama pinen, felandren,limonene dan dipenten. Resinnya 70 – 90%. Anhidrida abiet yang dapat diubah menjadi asam adietat dan zat pahit.

Kegunaan : Dalam pembuatan plester dan sebagai obat luar berkhasiat sebagai kounteriritan. Keebanyakan si suling untuk memperoleh Oleum terbinthineae dan colopium.

3. Bordeaux Turpentine

Merupakan terbinthineae yang khusus di peroleh dari Pinus Pinaster dan Pinus maritina atau pinus yang lain tumbuh di Prancis selatan.

Isi : Minyak menguap yang memutar bidang polarisasi kekiri, resin terdiri dari asam-asam pimarat,pimarinat, dan pimarolat.

4. Terebinthina Laricis, Venice Turpentine, Larch Turpentine (NF)

Terpentine Venesia adalah Oleoresin yang kental yang di peroleh dari tanaman larixdecidua Miller(larix European D.C) (suku Pnaceae), tanaman yang asli dari pegunungan di Eropa tengah. Merupakan cairan yang kental, berat, berwarna hijau kekuning-kiningan,baunya aromatis, rasanya pahit pedas. Larut didalam alcohol, CHCl3, aseton-aseton, atau asam cuka biang..

Isi : minyak menguap 20%, resin-resin asam 80% terutama terdiri dari asam alfa dan beta larinolat(amorf) dan asamlarisinolat (kristal) zat putih.

Kegunaan : sebagai antiseptic pada hewan dan medium pada mikroskopik.

5. Terpentin Strasburg, Starburg Turpenting

Terpentine dari tanaman Abies pectinale(suku Pinaceae) menyerupai terpentine Kanada, tetapi baunya seperti jeruk, mengandung 24 – 30% minyak menguap yang berfloreenci kehijau-hijauan yang terutama terdiri dari l-pinen.

6. Pix Burgundica, Burgundy Pitch (USP)

Adalah suatu oleoresin yang merupakan eksudat dari batang Picea abies L.(Picea excelosa Li, Abies excelosa poiret (suku Pinaceae).

Isi : terutama resin, terdiri dari asam alfa dan beta-pice aspimarolat(47%) dan asam-asam picea pimarinat dan pice pimarinat dalam jumlah sedikit, serta juro reseno. Minyak menguap 30% dan zat pahit.

Kegunaan : Counter iritasi di dalam plester

7. Filicis Rhizoma, aspidum, Male ferm(USP) Filix Mas

Simpleks terdiri dari rhizome,pangkal daun dan tunas-tunas dari tanaman

a. Dryyopteris Filix mas linne) schott,dikenal sebagai spidium Eropah atau Male Ferm.

b. Dryyopteris marginal (Linn) Asia Gray, dikenal sebagai aspidium atau marginal ferm (familia Polydiaceae)

8. Oleo-Resin Filicis Macis, Aspidium Oleoresis, Extract Of Male Ferm Male Fers Oleoresin (USP)

Oleoresin mengandung antara 24 – 26% filisin kasar. Aspidium diekstraksi dengan eter dan ekstraknya di uapkan. Sisanya adalah oil Oleoresin yang berupa cairan yang kental, berwarna hijau tua biasanya meninggalkan sisa berupa granul-granul dari kristal-kristal yang harus dilarutkan lagi dengan bagian yang cair sebelum di pakai.

Isi : Aspidium atau ekstraknya

Kegunaan : sebagai anteklmintikum.

9. Capsici Fructus,Capsicum,Cayenne Pepper (USP, NF)

Simpleks terdiri dari buah-buah yang sudah masak yang di keringkan dar tanaman Capsicum frustenscens L (African Chillies), Capsicum annum L Var. Conoides lrish (Tobasco Peper). Capsicum anmum L, Var. Logam sendt,(Loisina Long Peper) Capsicum minimum Roxb (BPC) (familia Solanaceae).

Oleh karena banyaknya jenis simpleks ini, maka pada etiket selalu harus disebutkan varietesnya tanaman asal. Selanjutnya ada juga Japanese capsiucum (Japanese Chilies) dari Capsicum fructuscens, Indian atau Madres Capsicum, Faprike, Hungarian paprika, Turkish Paprika dari tanaman varietes Capsicum annum(D.A.Z) Bombay Capsicum dari Capsicum anmum dan Natal Capsicum. isi yaitu pada tahun 1876 STHRES menyari simpleks dengan petroleum dan hasilnya dibuat alkalis dengan larutan alkali.. kegunaannya sebagai kondement untuk mengobati dyspepsia dan flutulensi. Untuk obat luar digunakan sebagai kounteriritansia dalam bentuk salep atau plester, untuk menyembuhkan reumatik(sengal pinggang)dan lumbago.

Balsamum covaive juga mempunyai khasiat yang sama dengan Capsicum anmum. Balsamum covaive adalah oleoresin yang diperoleh dengan cara menyadap tanaman yang berasal dari Amerika Selatan yaitu Copaifera sp. Terutama Copaifera reticulate, Copaifera guanensis dan Copaifera lonosdorffi yang berasal dari Brazilia dan Copaifera jacquin yang berasal dari Venezuela, (suku Leguminosae).

Isi : 40 – 90% minyak menguap yang bidang popularisasi kekiri,yang mengandung alfa dan beta kariofilen,kadinenresin,asam kopaivat dan zat pahit. Tidak mengandung asam benzoate maupun asam sinamat.

Kegunaan : stimulansia,antiseptic pada saluran air kemih. Juga berkhasiat sebagai ekspektoransia, diuretika dan laksativa.

* GOM RESIN dan OLEO GOM RESIN

Gom resinnan campuran zat yang terutama terdiri dari resin dan gom-gomnya biasanya merupakan zat glikosodal yang komposisinya menyerupai gom acasia. Sebagai contoh gom resin adalah gummi guttiyang tidak mengandung minyak menguap. Oleo Gom resin adalah campuran zat yang terdiri dari gom resin dan minyak menguap dan sering kali zat-zat lain. Sebagai contoh :

o Myrrha

o Asafoetida

o Galbanum

o Ammoniacum

o Olibanum

1) Gummi gutti,Gamboges,Gambogia (USP, NF)

Gummi gutti adalah gom resin yang diperoleh dari tanaman Garciania hamburyi (suku Guttiferae) tanaman yang berasal dari kamboja, Muangthai dan Vietnam dan mencapai tinggi 15 meter.

Isi : 65 – 80% resin yang mengandung alfa, beta dan gumma-asam garsinolat yang juga disebut asam kambogiat. 15 – 25% gom menyerupai arabin yang larut di dalam air, terdapat bersama-sama dengan enzim oksidase.

Kegunaan : sebagai katartika dan purgative terutama pada ternak.

2) Olibanum, frankincense

Olibanum adalah suatu gom oleoresin yang diperoleh dari sayatan dari batang tanaman Boswelia cortex dan species lain, (suku Burceraceae). Tanamannya adalah pohon kecil berasal dari Afrika Timur Laut dan Aran. Simplisia ini berupa massa yang permukaannya tertutup bubuk halus berwarna kekuning-kuningan, kebiru-biruan, atau kehijau-hijauan, mudah pecah, permukaan pecahnya seperti lili dan semi transparent.

Isi : yaitu 1 – 8% minyak menguap, 60 – 70% resin, 27 – 35% gom.

Kegunaan : sebagai dupa.

3) Asa Foetida, Asa Fetida, Gum Asa Fetida (USP, NF)

Asa Foetida adalah gom oleoresin yang diperoleh dengan membuat sayatan pada rhizome dan akan masih hidup dari tanaman Ferula asa foctida Linne, Ferula rubricaulis Boissier dan Fer Ferula foetida (bunga) regel dan Ferula narthex, suku Imbrellliferae. Tanamannya adalah rumput-rumput yang bercabang-cabang, berumur panjang, tingginya sampai 3 meter, berasal dari Irian dan Afganistan dan Tibet.

Isi : Resin 45 – 60%, minyak menguap 3 – 17%, gom sampai 25%, resin yang amorf berwarna coklat kemerah-merahan (terdiri dari ester0ester ferulaiat asaresinotannol) kalau di suling kering menghasilkan umbelliferon.

Kegunaan : ebagai karminativa,stimulansia antispasmodikum dan laksativa.

4) Ammoniacum ,Ammoniac (USP)

Ammoniacum adalah eksudat gom oleoresin dari tanaman Dorema ammoniacum.(suku Umbellifera), suatu rumput-rumput yang tumbuh di Irian. Gom resin terdapat di dalam saluran-saluran sekresi bagian tanaman yang keluar karena adanya lubang luka yang di buat oleh serangga dan mongering di udara.

Isi : Minyak menguap, asam resinat(yang merupakan ester dari emmoresinotannol) dan asam salisilat, resin 60 – 70%, seperti gom acacia 12 – 16%, sedikit asam salisilat bebas dan asam-asam yang mudah menguap. Tidak mengandung senyawa sulfur dan umbelliferon.\

Kegunaan : sebagai stimulansia, karminativa, antiseptika, dan ekspektoransia.

5) Galbanum

Yaitu suatu eksudat gom eleoresin dari tanaman Ferula galbaniflua dan Ferula species yang lain (suku Umbelliferae), suatu herba berumur panjang. Gom resin ini terdapat di dalam saluran-saluran sekresi yang terbentuk secara skhizogen di seluruh bagian tanaman dan keluar melalui luka-luka alam.

Isi : Minyak menguap, resin(larut dalam alcohol) yang terdiri dari 20% umbelliferon yang terikat, 50% galbaresionatanol dan 0,25% umbelliferon bebas.

Kegunaan : sebagaistimulansia,karminativa,ekspektoransia, antisspasmodikum, terutama untuk parfum.

6) Styrax, Storax, Liquid Storax

Styrax adalah balsam yang diperoleh dari batang tanaman Liqiudambar orienialis Miller Levant Styrax, atau Liqiudambar sthraciflus L (suku Hamameliadaceae).

Isi : Styrax Levant mengandung ± 50% alcohol resinat, yaitu alfa-atoresin dan beta storesin, yang sebagian bebas dan sebagian terikat sebagai ester asam resinat atau dengan NaOH.Alfa storesin merupakan zat amorf tetapi zat senyawanya dengan kalium adalah kristal. Bet-storesin berbentuk lempengan putih, tetapi dengan kalium adalah tidak membentuk senyawa kristal. 18 – 20% storesin sinamat. Stirasin atau sinamil sinamat 5 – 10%, berupa kristal jarum tak berwarna,tak berbau dan tak berasa.105 fenil profil inamat,caran tidak berwarna dan berbau styrax 0,5 – 1% minyak menguap. Seikit vanili, asam sinamat bebas 2 – 5%. Dengan mikrosublimasi dari Styrax dapat di peroleh sampai 20% asam sinamat bebas..

Kegunaan ; Dalam bentuk tingktur, Styrax dipakai sebagai stilansia ekspektoransia dan antiseptika.

* BALSAMUM

Balsamum atau balsam antara lain suatu campuran resin yang mengandung benzoate atau asam sinama atau kedua-duanya atau ester-esternya, didalam jumlah besar sering kali balsam disebut juga resin balsam. Balsam medicinal meliputi tolu balsam,styrax,dan benzoin. Asam benzopiat mudah menyublin dari peru balsam, tolu balsam, bensoin Sumatera dan Styrax. Apabila diketemukan kedua-duanya(bersama-sama dalam simplisia), maka kedua-duanya akan terdapat di dalam sublimate dan membedakan dapat digunakan ketentuan-ketentuan sebagai berikut :

a) Asam benzoate akan menyublin lebih dulu dari pada asam sinamat

b) Asam sinamat lebih mudah larut di dalam air dari pada asam benzoate

c) Kristal asam sinamat(dan ester-esternya) mempolarisasi cahaya dengan warna bermacam-macam sedang asam benzoate berwarna abu-abu

d) Di dalam waktu beberapa ini, asam benzoate akan menguap seluruhnya pada temperature kamar

e) Kristal-kristal asam sinamat lebih sempurna terbentuknya dari pada temperature kamar

f) Kalau dibuburkan asam nitrat, kristal-kristal asam sinamat(dan ester-esternya) berubah coklat dan kehilangan daya popularisasi cahaya dan sebagian besar larut, sedang benzoate kristal-kristalnya juga terlarut tetapi kemudian akan membentuk kristal dari perak benzoate yang justru mempolatisasi cahaya

Balsamum Peruvianum, Balsem Peru, Peruvian Balsam, Balsam Ofperu, Peru Balsam (USP, NF)

Adalah eksudat kental yang di peroleh dari batang tanaman Myroxlylon pereirae (Royle) Kletzch yang telah digunakan dan dilukai. (suku Leguminosae). Suku Leguminosae adalah suku yang nomor dua besarnya dengan 550 genera dan lebih dari 12.000 spesies yang dibagi dalam 3 sub suku, yaitu :

a. Sub suku Papilionaceae

b. Sub suku Mimosoidese

c. Sub Suku Caesalpinioideae

Isi : Ester balsam yang terutama banyak terdapat di dalam balsam adalam bensil sinamat(sinamejo),bensil benzoate dan sinamil sinamat (stirasin) ± 56 – 66%. Ester-ester resinat3,0 – 3,8%,yang terbentuk dari resinotanol dengan asam sinamat bebas.

Kegunaan : sebagai local irritansia,antiseptika dan parasitisida juga sebagai ekspektoransia.

Balsamum Tolutanum, Tolu Balsem, Balsem Of Tolu (USP)

Balsamum tolatanum adalah balsam yang diperoleh dari batang tanaman Myroxylon Balsamum (linne) Harms (suku Leguminosae). Suatu pohon besar yang hanya sedikit berbeda dengan pohon balsam yang dihasilkan perubalsem.

Isi : simplisia ini mengandung banyak resin terutama toluresiotanol dengan asam sinamat atau asam benzoate. Minyak menguap 7 – 8% terutama terdiri dari benzyl benzoate . asam sinamat bebas 12 – 15%, asam benzoate 2 – 8%. Ester-ester bensil benzoate dan bensil sinamat serta vanillin. Tolubalsem mengandung 35 – 50% asam balsam total dihitung dari jumlah zat pelarut dalam alcohol.

Kegunaan : sebagai antiseptika dan ekspektoransia.

Benzoe,kemenyang, Benzoinum, Benzoin (USP)

Kemenyang adalah balsemik yang diperoleh dengan penorehan batang Sytrax benzoin Dryander dan batang Sytrax palleloneurus Perkins diperdagangkan dikenal sebagai kemenyang sumatera(benzoin sumatera) atau dari batang Sytrax tonkinensi (piaree) Caib Ex Hartwitc, atau spesies lain dari anthostyrax genus Styrax.

Isi :

§ Asam balsamiak (asam sinamat dan asam benzoate) dan ester-esternya

§ Asamm-asam triterpenoid seperti asam siaresinolat (asam 9 hidroksi olenolat) dan asam sumaresinolat (asam 6 hidro oleonolat)

Kegunaan : sebagai antiseptika, stimulansia, ekspektoransia, dan diuretika.

* SIMPLISIA YANG MENGANDUNG LATEKS

Lateks atau getah adalah hasil alami yang mempunyai susunan bermacam-macam, mempunyai konsistensi seperti susu dan terdapat didalam jaringan khusus didalam tanaman yang di sebut pembuluh latifer. Walaupun secara kimia lateks berbeda dengan resin, namun keduanya dapat diperoleh dari tanaman dengan cara yang sama.

Contoh tanaman yang mengandung lateks atau getah adalah sebagai beikut :

1. Gummi Plastikum, Defuratum, Gutha Percha

Gummi plastikum depuratum adalah suatu eksudat yang berwarna putih kental seperti susu, yang diperoleh dari cabang-cabang dan batang dari tanaman palaguium spesies dan payena spesies, yang kemudian dimurnikan koangulasikan. Banyak spesies yang dapat menghasilkan Gutta Percha ini, tetapi hasil yang baik diperoleh dari Palaquim gutta, palaquim oblongifolia dan Payena loori. Tanaman-tanaman ini banyak tumbuh di semenanjung Malaya, Kepulauan Pilipina dan Sumatera. Lateks yang berwarna putih abu-abu terdapat di dalam ruang-ruang sekresi yang berbentuk saluran (yang disebut pembuluh latifer) didalam kulit batang, floem, teras dan juga di dalam daun. Pengumpulan biasa di lakukan di musim hujan, pohon-pohon ditebang, dihilangkan cabang-cabang dan ranting-rantingnya, kemudian pada batang dibuat saluran-saluran dengan dilubangi batang selebar 25 minyak menguap, dan pada setiap jarak 20 cm dan padanya dimasukkan saluran-saluran untuk mengeluarkan lateks yang keluar dan ditampung dan kemudian didihkan dalam bejana. Setelah kotoran-kotoran dihilangkan , dicetak didalam cetakan berbentuk segi 3mpat. Ada juga yang membuat Gutta Percha dengan membuat luka seperti huruf V pada batang tanaman yang masih hidup dan dikumpulkan dalam mangkuk-mangkuk. Untuk memperoleh yang murni bahab kasar di murnikan dengan mencucinya dengan air panas, disaring kemudian dipres untuk menghilangkan air. Untuk menghilangkan resin-resin digunakan larutan alkali atau petrolen eter.

Isi : yaitu 85% hidrokarbon putih, gutta (C10H16) yang larut di dalam kloroform, eter, petroleum eter, minyak menguap dan minyak lemak, menjadi merah bila kena udara. 13 – 20% resin dengan 1 atom oksigen : alban (C10H16O) dan fluavil C20h32O, kedua-duanya merupakan hasil oksidasi dari gutta. Albam larut dalam alcohol.

Kegunaan : pada pembuatan alat-alat isolator,alat-alat bedah. Kadang-kadang dilarutkan dalam kloroform dan digunakan sebagai protective pada luka-luka. Juga sebagai semen gigi untuk mengisi gigi yang berlubang.

2. Chicle, Gum-Chicle, Sapodilla Gum

Chilcle adalah lateks yang sudah dikeringkan dari tanaman Archras zapota L. yang berasal dari Meksiko dan Amerika Tengah. Lateks yang berwarna putih kental seperti susu yang disebut chicle terdapat didalam kulit batang dan diambil dengan cara melukai batang, sehingga lateks mengalir dan mongering di udara dan kemudian lateks yang tebal dan kering pada batang dikerok dan dikumpulkan, di perdagangkan sebagai “Chicle kasar”. Yang dieksport dari Meksiko dan Amerika Serikat. Chicle yang murni di peroleh dengan memecah chicle kasar menjadi pecahan-pecahan kecil dan dicuci dengan alkali didalam drum-drum untuk menghilangkan zat-zat lain, kemudian dinetralkan dengan asam fosfat. Kemudian dicuci dengan air sehingga bebas dari garam-garam yang larut dalam air, dikeringkan dan diserbuk.

Isi : gutta-percha dengan kadar gutta yang lebih kecil dan kadar resin lebih besar.

Kegunaan : untuk pembuatan permen karet.

Tidak ada komentar: